Santa Madeleine Sophie Barat

Santa Madeleine Sophie barat (atau Magdalena Sofia Barat)  lahir di Joigny, Burgundy, Perancis pada tanggal 12 Desember 1779. Ayahnya bernama Jacquest Barat, seorang petani anggur dan pedagang yang cukup berada. Keluarga Sophie Barat adalah penganut Katolik yang taat dan telah tinggal di kota Joigny selama beberapa generasi.

Sophie adalah anak kecil yang penuh semangat. Ia pergi ke gereja bersama teman temannya untuk pelajaran Kateketis. Setiap kali dia bertanya, dia berdiri diatas kursi karena tubuhnya sangat kecil. Sophie juga tahu sejak kecil Tuhan selalu ada dekatnya. Dia mengenakan seragam biarawati pada bonekanya dan berdoa supaya kelak ketika dewasa, ia masuk biara.

Seorang kakak dari Madeleine bernama Louis adalah seorang imam. Ia selalu merasakan cahaya istimewa yang bersinar dalam diri Sophie. Dia ingin melakukan sesuatu, supaya cahaya dalam diri Sophie semakin bersinar terang. Ia mendidik Sophie; mengajarinya cara membaca dan menulis; serta membimbingnya dalam mempelajari Alkitab, bahasa latin, dan matematika. Saat itu pendidikan hanya tersedia bagi anak lelaki saja dan jarang tersedia bagi anak perempuan. Semua pelajaran ini membentuk Sophie menjadi seorang perempuan yang sabar, sopan, baik hati dan bijaksana.

 

Impian Sophie menjadi seorang biarawati berakhir ketika revolusi Prancis menyebabkan ditutupnya semua gereja dan biara di Prancis. Namun, ketika keadaan Prancis menjadi tenang, seorang imam Jesuit bernama Joseph Varin sedang  memulai sebuah kongregasi suster yang akan mengabdikan diri secara khusus kepada karya pendidikan bagi kaum wanita. Perkumpulan ini menjadi bagian dari Serikat Yesus, dan dipersembahkan pada perlindungan Hati Yesus yang Maha Kudus.  Pada tanggal 21 November 1800, di usia 21 tahun, Madeleine bersama tiga orang kawannya mendaftarkan diri sebagai anggota pertama dari kongregasi ini. Pada tahun berikutnya, keempat putri ini memulai kehidupannya di dalam Kongregasi yang diberi nama Kongregasi Suster Hati Kudus Yesus (Religious Sacre Coeur de Jesu). Misi dari Kongregasi ini terutama di bidang pendidikan bagi kaum wanita. Sekolah pertama dari Kongregasi Suster Hati Kudus dibuka di Amiens di Perancis utara pada bulan  September 1801.

Pada bulan Desember 1802, Suster Madeleine Sophie terpilih untuk menjadi pemimpin biara di Amiens. Tindakan pertamanya sebagai seorang pemimpin biara adalah berlutut dan mencium kaki masing-masing suster.

Di bulan November 1804, Madeleine Sophie pergi ke Saint – Marie – d’en – Haut, dekat Grenoble di Perancis tenggara, untuk mengunjungi sebuah komunitas biarawati Visitasi yang telah ditutup pada saat revolusi Perancis, dan hendak bergabung dengan Kongregasi Suster Hati Kudus Yesus. Di antara mereka terdapat Santa Rosa Philippine Duchesne yang kelak menjadi misionaris pertama RSCJ ke Amerika.

Karya Suster Madeleine semakin berkembang.  Biara dan sekolah yang kedua kemudian didirikan di Grenoble, diikuti oleh yang ketiga di Poitiers Perancis barat. Suster Madeleine  bekerja keras mengembangkan kongregasi dan karya mereka dibidang pendidikan bagi kaum wanita. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya; Kongregasi baru ini dapat berkembang pesat bukan hanya di wilayah Perancis, tapi juga diluar negeri seperti di Amerika Utara, Italia, Swiss, Belgia, Aljazair, Inggris, Irlandia, Spanyol, Belanda, Jerman, Amerika Selatan,  Austria, dan Polandia.

Pada bulan Januari 1806, karena kekudusan hidupnya serta kebijaksanaan dan kerendahan hatinya; Suster Madeleine dengan suara bulat terpilih menjadi Superior General untuk seluruh Biara Hati Kudus. Tugas ini kemudian diembannya sampai pada hari kematiannya. Pada tahun 1826 Kongregasi Hati Kudus secara resmi mendapat pengakuan dan pengesahan dari Paus Leo XII.

Sekolah-sekolah dari Biara Hati Kudus dengan cepat memperoleh reputasi sebagai lembaga pendidikan yang sangat berkualitas. Mimpi Sophie untuk memberikan pendidikan yang berkualitas tinggi bagi anak-anak miskin saat itu semakin terwujud. Semangatnya ialah: Untuk seorang anak pun, saya akan pergi ke ujung dunia”. Suster Sophie menghendaki agar manusia tumbuh dalam martabat sebagai manusia dan sebagai anak anak Allah. Semangat inilah yang menguatkannya untuk melebarkan sayap kongregasi ke seluruh benua. Sampai wafatnya, ia telah mendirikan lebih dari 100 biara dan sekolah di 12 negara.

Dalam kepemimpinannya, ia senantiasa menyemangati para susternya untuk mencari kemuliaan Tuhan Yesus dalam pelayanan mereka di dunia pendidikan.  Cintanya yang mendalam kepada Hati Yesus yang Maha Kudus membuat hatinya sendiri tetap tenang sampai hari kematiannya di Paris pada tanggal 25 Mei 1865 pada hari raya Kenaikan Tuhan Yesus ke surga.

Santa Madeleine Sophia Barat di beatifikasi oleh Paus Santo Pius X  pada tanggal 24 Mei 1908 dan dikanonisasi oleh Paus Pius XI pada tanggal 24 Mei 1925. Makamnya saat ini terletak di Gereja St. François Xavier di Paris – Perancis.