RSCJ: Terbuka Pada Realitas Dunia

Refleksi Pandemic Covid-19

Oleh | Sr. Yolanda Alina Diwu, RSCJ

Kongregasi Hati Kudus Yesus (RSCJ) hidup di tengah realitas dunia yang ditempa antara lain dengan ketakutan dan penderitaan, secara khusus saat ini setiap orang mengalami ketakutan, penderitaan dan bahkan mungkin kesulitan dalam pekerjaan mereka dengan adanya wabah virus Corona.  Ketika Corona ini terjadi, saya pun mengalami ketakutan dan kecemasan yang sama.  Namun saya tidak berhenti dengan perasaan-perasaan  tersebut, tetapi saya diundang oleh Yesus untuk berani memasuki hati-Nya yang terluka.  Dari sana saya menemukan kekuatan dan kesadaran baru dalam menghadapi situasi wabah virus Corona ini. Dari Hati Yesus yang tertembus, saya menimbah air dan darah kehidupan yang meneguhkan diri saya sendiri.  Melalui spiritualitas RSCJ “menemukan dan memuliakan Hati Yesus”, saya menjadi lebih peka dan terbuka pada realitas dunia yang ada di sekitar saya.

  RSCJ tidak menutup mata dalam situasi dunia saat ini yang bisa dikatakan Allah sedang menguji iman setiap manusia. Kesadaran dan kepekaan seorang RSCJ terhadap kenyataan ini mendorong mereka untuk berani keluar dari diri mereka sendiri dan mendengar tangisan  kaum miskin, penderitaan dan kehancuran dunia dan bumi .  Melalui visi yang diberikan oleh St. Madeleine Sophie Barat (Pendiri RSCJ), semua RSCJ diundang memperlihatkan kasih dari Hati Yesus yang tertembus tombak dengan mengontemplasikan realitas dunia di mana mereka berada. Tidak hanya merenungkan, mempelajari, memasuki hatinya sendiri; tetapi juga memasuki Hati Yesus dan mengekspresikan cinta Hati-Nya kepada dunia. Mengontemplasikan Hati Yesus berarti mengontemplasikan keadaan dunia kita yang luas.

Ketika merenungkan situasi dunia kita saat ini, ada beberapa pertanyaan refleksi yang muncul dari hati saya, yaitu Tuhan mau mengatakan atau mau berbicara apa kepada saya lewat situasi Covid-19 ini? Apakah saya mampu menemukan Allah di tengah wabah ini? Saya juga kembali teringat pada pengalaman retret agung (retret 30 hari) pada tahun 2013 yang lalu, yang mengatakan dalam dua pertanyaan, yaitu: Di manakah engkau menemukan wajah Kristus? Dan di manakah Yesus menunggu kamu?

Pertanyaan-pertanyaan di atas sangat menarik untuk direfleksikan. Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya sebagai religius Hati Kudus Yesus (RSCJ) tentu saja disadarkan untuk memaknai situasi Covid-19 ini sebagai kesempatan untuk memiliki kepedulian dan kemurahan hati  kepada sesama di sekitar kita. Selain itu, saya melihat situasi ini  sebagai kesempatan untuk sungguh menemukan wajah Allah di tengah wabah Covid 19 ini.  Dengan situasi Covid-19, saya diundang untuk menemukan wajah Allah lewat sesama saya.

Berkaitan dengan hal tersebut,  saya teringat akan pesan dari Pillar Cardo, RSCJ dalam konferensi kepala Sekolah RSCJ sedunia yang menyampaikan bahwa:

Sebagai keluarga besar Hati Kudus, kita menghayati spiritualitas Hati Yesus yang terbuka. Perhatian pada Hati yang terbuka ini adalah panggilan untuk merenungkan Hati Yesus melalui hati manusia yang ‘tertusuk dan terluka’. Ini adalah inti dari siapa kita sebagai pendidik. Pilihan kita akan panggilan ini berakar dalam kenyataan. Itu tidak pernah pasif. Hati terbuka ini menunjukkan kepada kita, akan  situasi Tubuh Kristus yang terkoyak dan hancur di seluruh umat manusia. Kita yang mendidik dalam Keluarga Hati Kudus dipanggil untuk berkontemplasi.

Untuk merespon panggilan Allah di tengah situasi pandemic Covid-19 ini, kami suster-suster RSCJ komunitas Novisiat Bandung melakukan aksi nyata bagi sesama kami  yang mengalami kesulitan dalam kehidupan mereka.  Di bawah ini adalah galeri foto-foto kegiatan kami selama wabah corona yang melanda hidup kita semua. Kegiatan-kegiatan di bawah ini adalah atas dorongan dan gerakan roh Allah lewat panggilan kami sebagai RSCJ yang mengontemplasikan Hati Yesus yang tertembus tombak. Dunia sedang terluka sekarang, saatnya kita menjadi saluran kasih bagi dunia kita yang terluka itu.

Lampiran photo – photo kegiatan Komunitas Novisiat Selama Covid -19

Adorasi khusus untuk Dunia yang dilanda Covid 19
Memasak dan berbagi makanan bagi mereka yang membutuhkan




Berbagi sembako
Produced and shared masks.