Pendampingan Spiritualitas dan Bina Damai Karakter

RSCJ juga melayani pendampingan retret dan pendampingan spiritual. RSCJ juga mengadakan pelatihan atau workshop untuk membantu orang berkembang dalam iman dan relasi mereka dengan Tuhan

Lebih Dekat dengan Pekanada… | Oleh Mochamad Ziaulhaq

PEKANADA atau Pendidikan Karakter dan Bina Damai, suatu program pelatihan interfaith dialogue berbasis pendidikan karakter atau nilai-nilai universal (values) yang komprehensif. Pekanada memberikan model pendidikan karakter (character building) dan bina damai (peace building) yang bisa membangun “theology of peace”, yakni membangun kesadaran dan keterampilan bina damai berlandaskan pada nilai-nilai dan keyakinan individu.

Program ini lahir dari kesadaran bahwa dialog antariman merupakan tantangan bagi semua agama. Kenyataan dan kompleksitas dunia dewasa ini mendorong setiap orang untuk memikirkan kembali pemahaman keagamaan terkait dengan relasi-relasi yang lebih baik dengan agama lain. Bahkan, kemajemukan dunia melalui data populasi masyarakat berdasarkan agama, bahwa Muslim dan Kristen mendiami sekitar 55% populasi dunia ini dan hubungan harmonis dua agama ini berpengaruh positif dalam membina perdamaian, khususnya di Indonesia.

Dalam proses yang telah dilakukan, ibarat dialog imaginer antara Seyyed Hosein Nasr dan Hans Kung; setiap orang menyadari nilai-nilai personal, klaim kebenaran (truth claim), dan wawasan (insight) yang dapat mempengaruhi setiap tindakan-tindakan. Pemahaman tentang “Golden Rule” dan “Global Ethic” mampu membuat keimanan menjadi dinamis dalam melakukan perubahan nyata di masyarakat. Dalam kegiatan ini, peserta saling mendengarkan dan menghargai pengalaman berbeda dan belajar nilai-nilai berbeda dari orang yang berbeda agama. Pproses tersebut sangat membantu melahirkan sikap integritas terbuka, yang sedikitnya akan menyentuh dua hal pokok yaitu:

Pertama. Menghidupkan kesadaran baru tentang pokok iman diri sendiri sekaligus memahami iman orang lain. Kesadaran ini dibangun dari hasil pengalaman yang sungguh-sungguh dialogis dalam memperoleh “mutual enrichment”(saling memperkaya) bagi setiap penghayatan iman yang berbeda. Kedua. Mendorong dan menginspirasi setiap orang kepada kerja sama untuk memecahkan persoalan kemanusiaan bersama di masyarakat, salah satunya melalui model Etika Global. Perhatian atas keprihatinan kemanusiaan ini merupakan kekuatan baru untuk menanggulangi eskalasi persoalan yang dialami manusia.

Pemikiran dan cita-cita di atas, diwujud nyatakan dalam workshop Pendidikan Karakter dan Bina Damai yang dibangun dari kerjasama RSCJ (Religieus Sacre Coeur de Jesu) Indonesia, Fakultas Filsafat UNPAR Bandung, The Asia Foundation, dan Religious Studies UIN SGD Bandung. Antara tahun 2016-2017, Pekanada telah dilakukan dilakukan sebanyak tujuh kali, di beberapa kota di Jawa Barat. Program Pekanada telah memberikan pengalaman dialogis yang luar biasa. Tentunya, mengembangkan dialog antariman berarti bekerja keras untuk memahami masing-masing agama dalam bahasa mereka sendiri, serta mengekspresikan kebenaran dan kebaikan (truth claim) setiap agama untuk  menciptakan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

 

Dibuat di                : Garut

Tanggal                  : 2 Juni 2018